“Kejahatan itu bisa terjadi karena ada niat dan kesempatan, oleh karena itu waspadalah… waspadalah!”. Demikian salah satu kalimat yang meluncur dari seseorang berkostum NAPI yang suka nongol di salah satu stasiun televisi swasta. Apa yang akan di tulis dibawah ini berkaitan dengan kedua hal itu, yakni :
- Niat
- Kesempatan
Begitu juga saat pertama kali mengenal internet, dimana waktu itu saya masih berstatus mahasiswa teknik mesin. Status saat itu sedang tugas akhir, dan pilihan jatuh pada Dosen yang baru datang selsai S3 dari Jerman, sehingga kami waktu itu sekalian diberi tugas men-set up laboratorium tempat para TA-wan bimbingan beliau ngumpul mengerjakan tugas akhir. Kebetulan di kampus saat itu baru pertama-tama di jurusan teknik elektro menyambung dan memanfaatkan internet. Tahun 1996, akhirnya lab tempat kami ngumpul berusaha bikin jaringan nyambung dengan internet.

Gambar di atas menunjukkan beberapa teman-teman penulis yang suka “ngalong” alias begadang malam di lab mengerjakan tugas akhir sekaligus sambil online. Dan waktu itu, di lab dosen kami yang baru itu, kami akan mengerjakan sesuatu perangkat lunak baik pmerograman maupun pemodelan yang kurang lebih seperti ini (mohon maaf pada Pak Dosen bila kurang mengena/digambarkan dengan kurang pas dengan yang saya tampilkan) :
mIRC alias chat adalah salah satu aplikasi yang sangat populer waktu itu, setelah masing-masing punya koneksi internet, kemudian membuat email dan tak lupa sambil nge-game jaringan sambil ber chating ria. Sedemikian asiknya chatting disaat itu, seperti orang kecanduan, berasa ada yang hilang bila tidak chat. Benar-benar suatu media yang kita bisa ngobrol terbuka apapun se-enak-enaknya tanpa takut dengan identitas aslinya.
Yang berikutnya makin bikin ketagihan adalah saat bisa chat dengan teman wanita di kampus bila masuk ke room tertentu. Salah seorang teman amat sangat betah…sampai kopi darat dan akhirnya bertemu jodoh gara-gara internet dan chatting…. bener-bener.., tugas akhir pun makin terbengkalai alias jadi prioritas kedua. Sehingga selain memang karena tingkat kesulitan yang tinggi dan ke asyikan chatting, maka waktu kuliah pun menjadi molor.
Jadi meskpun bukan kejahatan, membuat blog pun membutuhkan Niat dan Kesempatan.Dan kali ini mbah Arjo (penulis) ingin berbagi tentang pengalaman pertama online saat membuat blog. Sekitar awal tahun 2008 seorang teman mengundang untuk berbagi pengalaman di multiply. Saat itu penulis memang pernah mendengar tentang blog dan mendapatkan uang dari blog, rasanya ingin saja langsung memulai, namun masih cukup ragu dengan kemampuan diri sendiri, baik dalam hal bahasa web/HTML ataupun soal waktu dan koneksi internet belum lagi soal komputer. Soal komputer, memang cuma punya satu di rumah yang lokasinya di Bandung padahal sehari-harinya bekerja di Jakarta dan menjadi anak kost di Jakarta. Alhasil dengan banyaknya kendala, memutuskan untuk belum memulai ngeblog. Penulis hanya memilih aktif di beberapa mailing list yang cukup menarik minat penulis.
Suatu saat terdapat kejadian yang menggelitik rasa ingin tahu, dimana mantan teman sekerja konon katanya membuat postingan di blog yang “terlalu berani” tentang unek-unek ditempat kita bekerja. Di dorong oleh rasa ingin tahu mengenai apa yang ditulis, akhirnya saya membuat blog di situs mampir ngombe. Belum selesai sampai disini, karena terlanjur bikin blog, maka di blog yang tersebut diatas saya bingung mau menulis apa, dan hal-hal apa saja yang bisa dilakukan di dalam blog tersebut.
Sampai pada bulan agustus mencoba membuat blog di blogspot sekaligus mendaftarkan diri di adsense. Syukur dengan hanya beberapa postingan akhirnya blog saya di approve adsense-nya. Blog rintisan pertama ini saya tulis mengenai mesin, sesuai dengan latar belakang saya, teknik mesin. Kemudian karena saat masuk dunia kerja banyak berkecimpung di bidang CADCAM, maka saya menulis blog yang kedua tentang CADCAM yang berbagi tentang sedikit ilmu dan pengalaman saya di bidang itu. Dan ternyata saya masih perlu mewadahi lagi rasa penasaran saya akan dunia kerja dan angkatan kerja.
Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan, saya sendiri adalah produk gagal dari dunia per ONLINE-an, dalam arti rajin chatting tapi gak dapat pendamping dari hasil chatting-an. Saya ucapkan selamat buat teman yang sekali rengkuh dua-tiga pulau terlampui, chatting iya, lulus iya, dapat pendamping iya…PAS…mantaff. Goodluck.